Puslitbang Hutan Mendukung Program Taman Kehati Melalui Riset Dan Pendampingan Tenaga Ahli

Puslitbanghut (20/3/2017)_Sebagai Negara megabiodiversity yang kaya dengan sumber daya alam hayati, permasalahan yang dihadapi Indonesia di sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) adalah mempertahankan keberadaan kekayaan hayati tersebut dari ancaman kepunahan sekaligus harus dapat memanfaatkannya secara lestari untuk mendorong perekonomian.  Sejalan dengan itu, sasaran strategis pembangunan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah (1) menjaga kualitas lingkungan hidup, (2) menjaga luasan, dan fungsi hutan, dan (3) menjaga keseimbangan ekosistem.

Tantangan yang harus diselesaikan Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi (BLI) adalah  menyediakan IPTEK yang inovatif untuk mendukung kerberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam hayati untuk ketahanan pangan, ketahanan energi, kesehatan dan obat, serta jasa lingkungan.  Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian, pengembangan dan inovasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan termasuk penyebarluasan hasil-hasil penelitian, pengembangan dan inovasi kepada pengguna baik internal maupun eksternal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Untuk pengguna internal KLHK, Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi memiliki tugas dan fungsi mengakomodasi kebutuhan IPTEK bagi pencapaian indikator kinerja program (IKP) dan indikator kinerja kegiatan (IKK) Eselon I KLHK.  Oleh karena itu, output hasil penelitian, pengembangan dan inovasi ditujukan untuk menjawab IKK Eselon I (2015-2019) dan menjawab kebutuhan para pihak (Pusat dan Daerah).

Ancaman kepunahan keanekaragaman hayati dan usaha konservasi eksitu merupakan salah satu isu strategis yang dihadapi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).  Pembangunan Taman Kehati di setiap kabupaten dan kota merupakan upaya menjawab isu tersebut.  Taman Keanekaragaman Hayati atau Taman Kehati menjadi salah satu indikator kinerja sasaran program peningkatan efektifitas pengelolaan hutan konservasi dan upaya konservasi keanekaragaman hayati, lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Dalam masa kerja 2015-2019, Ditjen KSDAE menetapkan target pembangunan Taman Kehati sebanyak 30 unit lembaga. 

Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan sebagai salah satu unit pelaksana teknis Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi memiliki tugas dan fungsi mengakomodasi kebutuhan IPTEK bagi pencapaian indikator kinerja program (IKP) dan indikator kinerja kegiatan (IKK) Eselon I KLHK.  Oleh karena itu, output hasil penelitian, pengembangan dan inovasi ditujukan untuk menjawab IKK Eselon I (2015-2019) dan menjawab kebutuhan para pihak (Pusat dan Daerah).

Direktorat Jenderal KSDAE cq. Direktorat Bina Ekosistem Esensial (BPEE) bekerjasama dan bersinergi dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi dalam menyiapkan dan membangun Taman Kehati, khususnya Taman Kehati yang diinisiasi oleh sektor swasta.

Dalam rangka mepersiapkan sumberdaya manusia yang memiliki kapasitas teknis di bidang pembangunan pengelolaan Taman Kehati.  Puslitbang Hutan telah menerbitkan dua buku yang bersifat panduan teknis yaitu buku Sistem Monitoring dan Evaluasi Keanekaragaman Hayati di Taman Kehati, yang telah di launching  pada tahun 2015 dan buku Membangun Taman, Melestarikan Keanekaragaman yang rencananya akan di lanching tahun ini. 

Disamping menyediakan IPTEK melalui penerbitan buku, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan juga terlibat langsung dalam pembangunan Taman Kehati oleh para mitra kerjasama, dalam bentuk piloting, pendampingan dan bimbingan teknis sumber daya manusia pengelola Taman Kehati.  Saat ini ada enam Taman Kehati yang di bawah binaan Pusltbang Hutan dengan tenaga ahli keanekaragaan hayati Dr. Hendra Gunawan.

Taman Kehati Aqua Danone Group yang dibina oleh Puslitbang Hutan memiliki keunggulan program dan mungkin manjadi yang pertama yang sudah dilengkapi dengan Pangkala Data Berbasis Satelit dan pohon-pohonnya telh dipetakan secara geolokasi; Pohon-pohonnya dilengkapi papan nama yang berbasis Quick Respond Code (QR-CODE) yang dapat langsung terhubung ke pusat data on line.  Puslitbang Hutan juga memasang camera trap di Taman Kehati Aqua Danone Group, dan ini bisa jadi Taman Kehati Pertama yang dilengkapi camera rap untuk monitoring satwa. Aliran permukaan di Taman Kehati Aqua Danone juga dimonitor melalui Plot monitoring erosi.

 

Taman Kehati dilengkapi dengan:

Data base pohon berbasis satelit (peta pohon dengan geolokasi)

Identitas pohon berbasis QR Code terkoneksi ke pusat data on line

Camera/video trap untuk monitoring satwa

Plot monitoring aliran permukaan dan erosi

 

 

(Narasumber: Dr. Hendra Gunawan, Peneliti Utama Bidang Konservasi Sumberdaya Hutan; Ketua Kelompok Peneliti Konservasi Keanekaragaman Hayati: Email: hendragunawan1964@yahoo.com).

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  •